Analisis Citra Landsat 8 Oli Multitemporal Untuk Kajian Distribusi Spasial Aerosol Optical Depth Menggunakan Improved Aerosol Retrieval Algorithm: Studi Kasus Kawasan Bandung Raya Tahun 2014 – 2018

Riza Nurvaridzi, Retnadi Heru Jatmiko

Sari


Konsentrasi aerosol yang tinggi dapat menyebabkan ketidak seimbangan dinamika atmosfer. Pengukuran aerosol dalam skala lokal mengguakan penginderaan jauh perlu dilakukan karena sifat aerosol yang dinamis. Metode Improved Aerosol Retrieval Algorithm memanfaatkan citra Landsat 8 OLI dan data pengukuran langsung untuk membangun model distribusi spasial kedalaman optis aerosol (Arosol Optical Depth). Lokasi dalam penelitian ini yaitu Kawasan Bandung Raya, dikarenakan memiliki daerah urban dan non urban sehingga dapat diketahui perbedaan pola distribusi spasial diantara keduanya.  Terdapat 5 tanggal perkaman yang dihasilkan dalam periode waktu 2014 - 2018, dengan hasil analisis regresi pada panjang gelombang 440, 550, dan 660 nm berturut – turut yaitu 0,7054 ; 0,8995 ; 0,956. Rerata konsentrasi AOD mengalami perubahan signifikan dari tahun 2017 ke tahun 2018. Distribusi spasial AOD tinggi pada daerah urban, terutama pada kawasan industri yang berada di pinggiran Kota Bandung dan Kota Cimahi. Daerah non urban cenderung memiliki tingkat AOD yang rendah.


Kata Kunci


Aeronet, aerosol, AOD, penginderaan jauh untuk atmosfer, skala lokal,remote sensing for atmosphere, local scale

Referensi


Clarke, A. D., Collins, W. G., Rasch, P. J., Kapustin, V. N., Moore, K., Howell, S. 2001. Dust And Pollution Transport On Global Scales : Aerosol Measurements And Model Prediction. Jurnal Of Geophysical Research, 106, 3255-32569

Hou, P., Jiang, W.G., Cao, GZ., Li, J., 2012. Aerosol Retireval With Satellite Image and Correlation Analyses Between Aerosol Distribution and Urban Under Laying Surface. International Juornal Remote Sensing 33 (10), 3232 - 3251

Holben, B. N., Tanre, D., Smirnov, A., Eck, T. F., Slutsker, I., Abuhassan, N. 2001. An Emerging Ground Based Aerosol Climatology : Aeorosol Optical Depth From AERONET. Journal Of Geophysical Research, 106, 12067 - 12097

Kahn, R.A. et al., 20009. Introduction. Dalam : Atmospheric Aerosol Properties and Climate Impact. Washington, D. C., USA : National Aeronautics and Space admonostration, pp. 9-20

Kaufman,Y.J.,Wald,A.E.,Remer,L.A.,Gao,B.-C.,Li,R.-R.,&Flynn,L.(1997).The MODIS 2.1-μm channel- correlation with visible reflectance for use in remote sensing of aerosol. IEEE

Kokhanovsky, A. A. & Leeuw, G. d., 2009. Satellite Aerosol Remote Sensing Over Land, dalam Landolt-Bornstein, 4b, 391-456. Berlin : Springer

Remer, L. A., Kaufman, Y.J., Tanre, D., Mattoo, S., Chu, D.A., Martins, J.V., Li, R.R., Ichoku, C., Levy, R.C., Kleidman, R.G., Eck, T.F., Vermote, E., Holben, B.N., 2005. The Modis Aerosol Algorithm, Productsm and Validation. Journal Atmosphere. Sci. 62 (4), 791 – 801

Remer, L. A., et al., 2009. Executive Summary. Dalam : Atmospheric Aerosol Properties and the Hydrological Cycle. Science, Volume 294, pp. 2119-2124

Zhang, Y.L., Cao, F., 2015. Fine particulate matter (PM2.5) in China at a city level. Sci. Rep. 5 14884

Thomas,C.D.,Cameron,A.,Green,R.E.,Bakkenes,M.,Beaumont,L.J.,Collingham,Y. C.,etal.(2004).Extinction risk from climate change.Nature,427(6970),145–148.

Lenoble, J., Remer, L.A. & Tame, D., 2013. Aerosol Remote Sensing. Chichester, UK : Praxis Publishing Ltd


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.