Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Kampung Wisata Rejowinangun Kotagede Yogyakarta

Eva Latifah Puspita Sari, Dyah Widiyastuti

Sari


Munculnya tren wisata minat khusus menarik untuk dibahas seperti di Kecamatan Kotagede, yaitu Kampung Wisata Rejowinangun yang terkenal dengan keunikannya. Keunikannya dilihat dari pengelompokan klaster wisata dengan cara membagi ke dalam lima klaster wisata, yaitu, klaster budaya, kerajinan, herbal, kuliner, dan agro. Penelitian ini mempunyai tujuan mengidentifikasi potensi wisata, mengetahui usaha yang dilakukan masyarakat untuk mengembangkan wisata, dan mengidentifikasi manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya kegiatan pariwisata di Kampung Wisata Rejowinangun. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, in-depth interview serta dokumentasi. Teknik sampling dalam memilih informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi wisata di Kampung Wisata Rejowinangun memiliki potensi alam dan budaya serta tidak memiliki potensi buatan. Pengembangan potensi dilakukan dengan adanya usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat terkait atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan promosi. Dari usaha-usaha tersebut manfaat adanya Kampung Wisata Rejowinangun dapat dirasakan terutama oleh pengelola, masyarakat, dan pelaku usaha.


Kata Kunci


kampung wisata, masyarakat, peran,tourism village, community, role

Referensi


I Putu Gelgel, S. M. (2006). Industri Pariwisata Indonesia dalam Globalisasi Perdagangan Jasa (GATS – WTO) Impilasi Hukum dan Antisipasinya. Bandung: Refika Aditama.

Ismayanti. (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta: PT Gramedia Widisarana.

Kurniawati, A., & Nurkukuh, D. (2018). Identifikasi Potensi Unggulan Desa Wisata di Kabupaten Sleman. KURVATEK, 15-20.

McIntosh, R., & Gupta, S. (1980). Tourism, Principles, Practices, Philosophies. Ohio: Grid Publishing Inc.

Outra, W. (2003). Hukum Bisnis Pariwisata. Bandung: Refika Aditama.

Rahmia, D. H., & Nareswarib, A. (2016). Spatial Condition of Kampungsin Facing Disasters Case Study: Kampungs in Yogyakarta. The 13th International Asian Urbanization Conference.

Sari, Y., & Indrajati, P. (2015). Prinsip Pengembangan Kampung Wisata Budaya Baluwarti yang Berkelanjutan. Jurnal Pe


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.