Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Pemetaan Erosi Menggunakan Pemodelan MUSLE (Modified Universal Soil Equation) Studi Kasus : Sub-Das Mongo, Purworejo

Shelly Yeni Saputri, Sudaryatno Sudaryatno

Sari


Alih fungsi lahan yang semakin meningkat akan berakibat pada degradasi lahan seperti erosi. Hal tersebut terjadi di Sub-DAS Mongo yang memiliki tingkat kekritisan lahan yang cukup tinggi berdasarkan data rencana pengelolaan DAS Bogowonto tahun 2018. Maka perlu adanya estimasi untuk mengetahui tingkat erosi dengan menggunakan pemodelan MUSLE (Modified Universal Soil Equation). Pemodelan ini menggunakan Citra Sentinel 2A, DEM ALOS PALSAR, dan data hujan. Rumus yang digunakan yaitu 11,80 × (V×Qp)0,56 × K × LS × CP. Hasil estimasi erosi di Sub-DAS Mongo didominasi oleh tingat erosi sangat ringan dan ringan secara keseluruhan memiliki nilai dari 0 hingga 221,483 ton/ha/th. Analisis parameter paling berpengaruh dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yaitu faktor kelerengan (LS) sebagai parameter paling berpengaruh sebesar 68,88%, parameter erodibilitas tanah (K) 16,81%, dan parameter pengelolaan tanaman dan tanah (CP) 3,52%.


Kata Kunci


: Erosi, MUSLE, DEM ALOS PALSAR, Citra Sentinel 2A,Erosion,Sentinel 2A Imagery

Referensi


Asdak, C. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan daerah Aliran Sungai. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Banuwa, I S. (2013). Erosi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Blanco, H & R. Lal. (2008). Principles of Soil Conservation and Management Springer Science and Bussiness. USA : Kansas.

Nursidah. (2012). Pengembangan Institusi untuk Membangun Kemandirian Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu (Studi Kasus Pada Satuan Wilayah Pengelolaan Daerah Sungai Arau Sumatera Barat) (Disertasi S3). Bogor : Sekolah Pascasarjana IPB.

Snyder, G. (1980). Evaluating Silvicultural Impacts on Water Resources. Symposium on Project Areas, Technical Release No. 51. Washington DC : U.S. Departement of Agricultur


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.