PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN EROSI DI DAS SERANG KABUPATEN KULONPROGO

Bagus Pamungkas, Retnadi Heru Jatmiko

Sari


Sebagai negara berkembang dan beriklim tropis, Indonesia mengalami perubahan pemanfaatan lahan cukup cepat yang berpengaruh pada terjadinya erosi tanah. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan analisis penginderaan jauh dan SIG pada citra SPOT 5 dan data spasial pendukung untuk memetakan erosi berbasis raster di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo. Analisis digital dan statistik terhadap data spasial merupakan mayoritas metode yang digunakan untuk pemodelan erosi. Penyusunan data spasial erosi menerapkan model MUSLE yang dikembangkan Snyder. Rumus Erosi model MUSLE adalah A= R*K*LS*VM. Hasil uji akurasi peta faktor K, LS, dan VM adalah 70,38%; 81, 5%; 81,9%; dan 72,15%. Hasil model erosi MUSLE yang terjadi di DAS Serang tahun 2014 berkisar 0 sampai 8,85 Ton/Ha/Tahun. Tebal erosi terbesar terletak pada wilayah bergunung dan berbukit.

Kata Kunci


penginderaan jauh, SIG, SPOT 5, MUSLE, remote sensing, GIS, SPOT 5, MUSLE

Referensi


Asdak, Chay. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Edisi ke lima/revisi). Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Broks, et al. (1982). Economic Evaluation of Watershed Projects-An Overview Methodology and Application. Guidelines for Economic Appraisal of Watershed Management Projects. Roma : FAO.

Danoedoro, Projo. (2012). Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Yogykarta : Penerbit Andi.

Chen, Jin et al. (2005). A New Index For Mapping Lichen-Dominated Biological Soil Crusts In Desert Areas. Science Direct Journal Remote Sensing of Enviroment 96 : 165-175. China : Beijing Normal University.

Dewa, Rizky Pranata. (2014). Pengaruh Koreksi Radiometrik dan Jumlah Strata Vegetasi Terhadap Nilai Akurasi Kerapatan Kanopi Vegetasi Menggunakan Beberapa Transformasi Indeks Vegetasi Pada Citra Landsat 8 OLI. Skripsi. Yogyakarta : Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Juhadi. (2007). Dinamika Pemanfaatan Lahan Pada Kawasan Perbukitan Kasus DAS Serang Kulonprogo. Jurnal Geografi, volume 4, nomor 2.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2010). Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Progo-Opak-Serang : Keputusan Menteri Nomor 590/KPTS/M/2010. Jakarta : Kementrian Pekerjaan Umum.

Snyder, G. (1980). Evaluating Silvicultural Impacts on Water Resources. Symposium on Project Areas, Technical Release No. 51. Washington DC : U.S. Departement of Agriculture.

Sulistyo, B. (2011). Pemodelan Spasial Lahan Kritis Berbasis Raster di DAS Merawu Kabupaten Banjarnegara Melalui Integrasi Citra Landsat 7 ETM+ dan Sistem Informasi Geografis. Disertasi. Yogyakarta : Program Pascasarjana Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Sulistyo, B. (2011). Penginderaan Jauh Digital: Terapannya dalam Pemodelan Erosi Berbasis Raster. Yogyakarta : Lokus.

Sutanto. 2013. Metode Penelitian Penginderaan Jauh. Yogyakarta : Badan Penerbit Ombak.

Wischmeier WH & Smith DD. (1978). Predicting Rainfall Erosion Losses : A Guide to Conservation Planning. USDA Agriculture Handbook, nomor 37.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.