STRATEGI PENGHIDUPAN MASYARAKAT PENGHASIL GULA SEMUT DI DESA HARGOTIRTO, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO

Elik Merbawani, R. Rijanta

Sari


Strategi penghidupan masyarakat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari kapabilitas individu atau rumah tangga dalam suatu masyarakat tertentu. Sementara itu faktor eksternal dalam penelitian ini adalah keberadaan musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Masyrakat di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap sebagian besar mengandalkan produksi gula kelapa dalam bentuk gula semut sebagai penghidupan mereka. Sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik pemilihan sampel acak atau random sampling. Populasi pada penelitian ini yaitu rumah tangga penghasil gula semut di Desa Hargotirto. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi penghidupan rumah tangga penghasil gula semut di Desa Hargotirto hampir setengahnya merupakan rumah tangga dengan strategi survival dengan persentase 48,57%. Sisanya dengan 37,14 % merupakan rumah tangga strategi konsolidasi, dan sisanya dengan 14,29 % merupakan rumah tangga dengan strategi akumulasi.

Kata Kunci


Strategi penghidupan, gula semut, musim, survival, konsolidasi, akumulasi, Livelihood strategies, granulated palm sugar, season, survival, consolidation, akumulation

Referensi


Babulo, et al. 2008.Household livelihood strategies and forest dependence in the highlands of Tigray, Northern Ethiopia. Belgia : Katholieke Universiteit Leuven.

Baiquni, M. 2007. Stategi Penghidupan di Masa Krisis. Yogyakarta : Ideas Media

Banowati, Eva. dan Sriyanto. (2013). Geografi Pertanian. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Bowen, S dan Master, K. 2011. New rural livelihoods or museums of production? Quality food initiatives in practice. North Carolina State University dan Brown University.

Creswell, John W. 2010.RESEARCH DESIGN Pendekatan Kualitaif,Kuantitatif,dan Mixed.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mangunsukardjo, Karmono. 1999. Kajian Geomorfologis untuk Perencanaan Penggunaan Lahan di DAS Oyo, Gunungkidul, DIY. Majalah Geografi Indonesia Th.13. No 23.

Departement for International Development (DFID). 1999. Sustainable Livelihood Guidance Sheets. DFID, London, UK.

Ellis, Frank. 2000. Rural Livelihood and Diversity in Developing Countries. Oxford University Press : New York

Husein, Karim dan Nelson, John. 1998. Sutainable Livelihood and Livelihood Diversification. IDS Working Paper 69

Jayadinata, T.J. dan Pramandika, 2006. Pembangunan desa dalam perencanaan. Bandung: ITB

Kurniawan, Andri. 2003. Kegiatan Agroindustri dan Diversifikasi Perdesaan di Propinsi DIY. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

Kurniawan, Andri. 2003. Pola Ketahanan dan Strategi Rumah Tangga di Desa Pertanian Subsisten (Studi Kasus Desa Trihanggo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul). Majalah Geografi, vol.17

Salayo, D. Nerisa et all. 2012. Mariculture development and livelihood diversification in the Philippines. Filipina: Southeast Asian Fisheries Development Center/Aquaculture Department.

Saragih Sebastian, et.al., 2007. Modul Kerangka Kerja Penghidupan Berkelanjutan

Scoones I. 1998. Sustainable rural livelihoods: a framework for analysis. Working Paper 72. Brighton: Institute of Development Studies.

Singarimbun, Masri & Effendi, Sofian. (1989). Metode Penelitian Survei. Yogyakarta: Pustaka LP3ES

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhardjo, A.J, dkk. 2008. Geografi Perdesaan Sebuah Antologi. Ideas Media.

Pemprov Jogjakarta. 2014. Profil Kependudukan DIY dalam Angka. Diakses pada 12 Februari 2015 dari: http://www.kependudukan.jogjaprov.go.id/

Titus, M.J. dan Burgers. 2008. Rural livelihoods, Resources and Coping With Crisis in Indonesia. Singapore: Institut of Southeast Asian Studies

Tjasyono, Bagong. 2004. Klimatologi Edisi ke-2. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.