ANALISA LANDSAT 5 DAN SRTM UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENENTUAN LOKASI POTENSI CEBAKAN HIDROKARBON DI SEBAGIAN PANTURA JAWA TENGAH

Elok Azza Ulul Azmi, Projo Danoedoro

Sari


Eksplorasi awal penentuan potensi cebakan hidrokarbon sebelumnya banyak dilakukan dengan menggunakan survei langsung atau terestrial yang banyak memakan waktu dan biaya. Penggunaan citra optik penginderaan jauh dan model ketinggian atau permukaan bumi digital mulai meningkat, sebagai jawaban terhadap kebutuhan untuk penilaian yang lebih akurat dan efisien pada tahapan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi beberapa teknik pengolahan citra seperti band ratio, Principal Component Analysis (PCA), komposit false color, dan fusi citra yang menggabungkan Landsat 5 TM dengan SRTM untuk memberikan informasi sebagai dasar penentuan lokasi potensi cebakan hidrokarbon di sebagian Pantura Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis medan berupa informasi morfologi dan struktur geologi, yang diinterpretasi secara visual dan dilakukan cek lapangan. Hasil interpretasi kemudian dilakukan validasi menggunakan sumur minyak dan gas dan data seismik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa band ratio dapat membantu dalam mengidentifikasi kandungan mineral permukaan, sedangkan PCA dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis tutupan lahan dan pola kelurusan. Komposit false color saluran 457 (RGB) baik digunakan untuk interpretasi batuan dan struktur geologi, sedangkan fusi semua teknik pengolahan citra dengan DSM dapat digunakan untuk menentukan struktur geologi, jenis dan batas batuan. Penelitian ini menghasilkan empat area potensi cebakan hidrokarbon yang dikategorikan sebagai cebakan antiklinal. Integrasi dengan sumur minyak dengan gas menunjukkan tiga dari empat area potensi yang diidentifikasi dari citra terdapat sumur migas, sementara integrasi dengan data seismik menunjukkan bahwa dua lokasi interpretasi yang dilintasi jalur seismik menunjukkan bentukan cebakan hidrokarbon. Hal ini juga menunjukkan bahwa interpretasi citra memberikan hasil yang baik dan dapat digunakan untuk pemetaan geologi dalam eksplorasi awal sebagai dasar penentuan potensi cebakan hidrokarbon.

Kata Kunci


pemrosesan citra; fusi citra; cebakan hidrokarbon; morfologi; struktur geologi

Referensi


Ananda, Irvan N. 2013. Fusi Citra Landsat 7 ETM+ dan Citra Aster G-DEM untuk

Identifikasi Zona Alterasi Hydrothermal Terkait Mineral di Sebagian Kalimantan Barat. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada.

Bemmelen, R.W.van. 1949. Vol IA: General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes. Batavia: Department of Transport, Energy, and Mineral.

Bemmelen, R.W.van. 1949. Vol II: Economic Geology. Batavia: Department of Transport, Energy, and Mineral.

Crystiana, Indah. 2001. Penggunaan citra Radarsat untuk survei geologi dalam rangka identifikasi awal jebakan minyak bumi. Studi kasus daerah Kab. Blora, Bojonegoro, dan sekitarnya. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada.

Danoedoro, Projo. 2012. Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.

Koesoemadinata, R.P. 1980. Geologi Minyak dan Gas Bumi: Edisi kedua jilid satu. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Satyana, Awang H., dan Samuel, Luki. 1993. Remote Sensing Technology And Its Application To Hydrocarbon Exploration In Indonesia. Jurnal. AHS/LS/1993.

Satyana, Awang H., dan Purwaningsih, Margaretha E.M. 2002. Lekukan Struktur Jawa Tengah: Suatu Segmentasi Sesar Mendatar. Jurnal. Yogyakarta: Indonesian Association of Geologists (IAGI).

Satyana, Awang H. 2013. Menyigi Geologi, Mencari Migas Indonesia. Jurnal. Bandung: Geomagz.

Sismanto. 1999. Interpretasi Data Seismik. Yogyakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada.

Susantoro, T.M., Danoedoro, P., dan Sutikno. 2009. Pengenalan Aplikasi Geologi Daerah Bojonegoro dan Sekitarnya Menggunakan Data Landsat 7 ETM+. Jurnal. Jakarta: Berita Inderaja No. 14 Vol.VIII, Juli 2009.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.