ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI KAWASAN PENGEMBANGAN WATERFRONT KOTA SURABAYA

Muhammad Giri Hasan Besari, Alia Fajarwati

Sari


Kenaikan muka air laut merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim global yang mengancam kondisi sosial,ekonomi dan lingkungan di kota pesisir. Fenomena ini menjadi faktor penting dalam pengembangan Kota Surabaya yang berorientasi pada pengembangan waterfront city. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas, persepsi, respon, dan strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir pasang air laut (rob) di Kawasan Pengembangan Waterfront Kota Surabaya. Kapasitas adaptasi masyarakat dapat diketahui melalui household adaptive capacity index (HACI), dan analisis terhadap persepsi, respon, dan strategi adaptasi masyarakat menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitiatif. Indeks kapasitas adaptasi rumah tangga di Kelurahan Tambak Osowilangon di Kelurahan dengan Greges masuk dalam kategori sedang. Faktor alam dan kegiatan manusia dianggap menjadi penyebab utama terjadinya banjir rob. Prioritas strategi adaptasi rumah tangga adalah gotong royong kebersihan saluran drainase dan tanggul permukiman, menabung, mempersiapkan kebutuhan logistik, serta meninggikan rumah dan atau lantai bangunan. Respon pemerintah saat ini masih cenderung bersifat penanganan fisik.


Kata Kunci


kenaikan muka air laut; banjir rob; Kawasan Pengembangan Waterfront Kota Surabaya; kapasitas adaptasi; persepsi masyarakat; strategi adaptasi

Referensi


Aerts, J., Major, D.C., Bowman, M.J., Dircke, P., and Marfai, M.A.. (2009). Connecting Delta Cities: Coastal Cities, Flood Risk Mangement And Adaptation to Climate Change. Amsterdam: VU University Press.

Dircke, P., Aerts, J., Molenaar, A.. (2010). Conecting Delta Cities: Sharing

Knowledge And Working On Adaptation To Climate Change. Rotterdam: City of Rotterdam.

Dolan, A.H. and Walker, I.J. (2004). Understanding of vulnerability of coastal communities to climate change related risks. Journal of Coastal Research, 39

Giovinazzi, O. and Giovinazzi, S. (2008). Waterfront Planning: A Window of Opportunities For Post-Disaster Reconstruction. Venice: i-Rec. Diakses tanggal 27 Pebruari 2012

Harwitasari, Dian. (2009). Adaptation Responses To Tidal Flooding In Semarang, Indonesia. Rotterdam:IHS.

Hendarsah, Haruman. (2012). Penilaian Kerentanan Dan Kapasitas Masyarakat Dalam Menghadapi Bahaya Banjir Lahar di Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Menggunakan Metode SIG-Partisipatif. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

IPCC . (2007). Chapter-6 Coastal systems and low-lying areas, Contribution of Working Group III to the Fourth Assessment Report of the IPCC. Cambridge: Cambridge University Press. Diakses 11 Nopember 2012.

Penalba, Linda M. dan Elazegui, Dulce D. (2011). Adaptive Capacity Of Households, Community Organization And Institutions For Extreme Climate Events In The Philippine. Singapore: EEPSEA. Diakses 21 Oktober 2013.

Hardoyo, S., R., Marfai, M., A., Ni’mah, N., M., Mukti, R., Y., Zahro, Q., Halim, A., (2011). Strategi Adaptasi Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir Pasang Air Laut Di Kota Pekalongan. Yogyakarta: RedCarpet Studio.

Septriayadi, Riswan. 2012. Coastal Community Adaptation To Tidal Flood Inundation (Case Study in Tegal Municipality). Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada

Tanuwidjaja, G dan Widjaya, J. A. (2010). Integerasi Tata Ruang dan Tata Air Untuk Mengurangi Banjir Di Surabaya. Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Tim Penyusun ICCSR. (2010). Indonesia Climate Change Sectoral Roadmap (Basis Saintifik : Analisis Dan Proyeksi Kenaikan Muka Air Laut Dan Cuaca Ekstrim). Jakarta: BAPPENAS.

Tim UNDP Indonesia. (2007). Sisi Lain Perubahan Iklim : Mengapa Indonesia Harus Beradaptasi Untuk Melindungi Rakyat Miskinnya. Jakarta: UNDP Indonesia.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.