ANALISIS BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2013

Dwi Nofiana Gita Pertiwi, Sukamdi Sukamdi

Sari


Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi salah satu penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia .Identifikasi faktor-faktor penyebab BBLR (termasuk kondisi ibu) dilakukan sebagai upaya pencegahan BBLR dan menurunkan kematian bayi .Kondisi ibu termasuk faktor kesehatan dan demografi ibu menentukan kondisi bayi yang dilahirkan. Penelitian ini mencoba melihat pengaruh dari faktor demografi ibu terhadap kejadian BBLR. Data registrasi penduduk hasil pelaporan kelahiran di Kabupaten Sleman 2013 dianalisis menggunakan regresi logistik dengan software Stata13. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kalasan,Turi, Cangkringan, Minggir, Gamping dan Godean masih memiliki kejadian BBLR yang tinggi .Sedangkan distribusi spasial yang terbentuk memiliki pola random dan dipengaruhi oleh akses pelayanan kesehatan bayi. Selain itu, analisis antropometri menunjukkan bahwa keparahan masalah gizi di Kabupaten Sleman termasuk rendah dengan presentase 2% .Dalam analisis mikro ini juga diketahui bahwa pengaruh faktor demografi ibu yaitu variabel usia dan urutan anak lebih signifikan daripada variabel pekerjaan dan pendidikan ibu.


Kata Kunci


Berat Badan Lahir Rendah (BBLR); Faktor Demografi Ibu; Data Registrasi Penduduk

Referensi


Adioetomo, S. M., & Gour L,D. (1986). Levels and Trends of Child Mortality in Indonesia by

Province ( Based on the 1971 and 1980 Polulation Censuses). Jakarta: Lembaga

Demografi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

BKKBN. (2013). Penyajian Tentang TFR Kabupaten dan Kota : Data Susenas 2010. Jakarta:

Direktorat Perencanaan Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga

Berencana Nasional.

Departemen Kesehatan RI. (2003). Indikator Indonesia sehat 2010 dan Pedoman Penetapan

Indikator Provinsi Sehat dan KAbupaten/Kota Sehat. jakarta: Departemen Kesehatan

Republik Indonesia.

Hendayana,R. (2012). Penerapan Metode Regresi Logistik Dalam Menganalisis Adopsi Teknologi

Pertanian. Makalah. Bogor : Informatika Pertanian, Vol. 22 No.1, Juni 2013 : 1 – 9

Mantra, I. B. (2004). Filsafat Penelitian dan Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Maulida,S.W .(2012). Gambaran Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah dan Karakteristik Ibu di

Puskesmas Sungai Malang Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2011. Skripsi. Depok:

Fakultas Kesehtan Masyarakat Universitas Indonesia.

Pramono,M.S, Paramitha, A. (2015). Pola Kejadian Dan Determinan Bayi Dengan Berat Badan

Lahir Rendah (Bblr) Di Indonesia Tahun 2013. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol.18

No 1-10

Sitorus, Ronald H. Dkk 1999. Pedoman Perawatan Kesehatan Ibu dan Janin Selama Kehamilan.

Bandung: CV. Pionir Jaya Bandung.

Soemantri, S., Bachroen, C., & Ristrini. (1987). Supas 1985: Perkembangan dan Perbandingan

Antar Daerah Angka Kematian Bayi. Surabaya: Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan, Departemen Kesehatan RI.

Sukamdi,1993. Analisa Perkembangan Kependudukan menurut Sensus penduduk 1990 : Dinamika

Mortalitas Jawa-Bali. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan UGM

Tukiran. (1993). Rangkuman Hasil Evaluasi Pelaksanaan Registrasi Penduduk di Tujuh Kabupaten

di Indonesia. Makalah. Jakarta: Kementrian Negara Kependudukan dan Lingkungan

Hidup.

UNICEF, & WHO. (2004). Low Birthweight: Country, Regional and Global Estimates. New York:

UNICEF.

UNICEF. (2006). Child protection information sheets. New York: UNICEF

Wahit, I. M. (2005). Pengantar Keperawatan Komunitas . Penerbit Sagung Seto.

WHO, & UNICEF. (2004). Joint Monitoring Programme for Water Supply and Sanitation.Meeting

on the MDG Drinking Water and Sanitation Target: A Mid-term Assessment of Progress.

New York: World Health Organization and United Nations Children’s Fund.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.