PENGARUH BANGUNAN TERHADAP PERKEMBANGAN GUMUK PASIR PARANGTRITIS

Fajar Sugiarto, Sunarto Sunarto

Sari


Penelitian ini dilakukan di kawasan gumuk pasir Parangtritis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh bangunan terhadap arah angin dan kecepatan angin, memperbandingkan berat pasir dan granulometri pasir di lokasi bebas hambatan (tenggar) dengan di lokasi terpengaruh bangunan, dan memperbandingkan distribusi keruangan pasir yang tertahan oleh bangunan di zona pendukung dan zona terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bangunan berpengaruh terhadap penyimpangan arah angin dan reduksi kecepatan angin, berat material pasir pada wilayah tenggar jauh lebih besar dibandingkan berat material pasir yang terpengaruh oleh bangunan, distribusi berat material pasir yang tertahan bangunan pada zona pendukung lebih besar dibandingkan pada zona terbatas.


Kata Kunci


angin; bangunan; gumuk pasir; Parangtritis; pasir

Referensi


Geografi. Jakarta: LP3ES.

Fakhruddin, M., Aris Poniman., dan

Malikusworo, H. (2010). Dinamika

Pemanfaatan Lahan Bentang Alam

Gumuk Pasir Pantai Parangtritis,

Kabupaten Bantul. Jurnal Ilmiah

Geomatika, Vol.16, No.2 (hal : 43-

.

Gao, Y.,Yao, R., Li, B., Turkbeyler,

E., Luo, Q., & Short, A. (2012). Fields

Studieson the Effect of Built Forms

on Urban Wind Environments.

Elsevier : Renewable Energy 46, (pp.

-154).

Pye, K and Tsoar, H. (2009). Aeolian

Sand and Sand Dunes. Berlin :

Springer.

Razak, A.A., Hagishima, A., Ikegaya,

N., and Tanimoto, J. (2013). Analysis

of Airflow over Building Arrays for

Assessment of Urban Wind

Environment. Elsevier : Journal of

Building and Environment No. 59,

(pp. 56-65).

Simoen, S. (1996). Pengenalan

Bentanglahan Parangtritis-Bali.

Yogyakarta : Yayasan Pembina

Fakultas Geografi UGM.

Sugiyono. (2007). Statistika untuk

Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian

Kombinasi (Mixed Methods). Bandung

: Alfabeta.

Sujatmiko, A. (2009). Kajian

Pengelolaan Airtanah di Kawasan

Pariwisata Parangtritis Kabupaten

Bantul Yogyakarta. Tesis. Semarang :

Magister Ilmu Lingkungan,

Universitas Diponegoro.

Sunarto. (2014). Geomorfologi dan

Kontribusinya dalam Pelestarian

Pesisir Bergumuk Pasir Aeolian dari

Ancaman Bencana Agrogenik dan

Urbanogenik. Pidato Pengukuhan

Jabatan Guru Besar pada Fakultas

Geografi UGM.

Sunarto., Marfai, M.A., dan

Mardiatno, D. (2014). Penaksiran

Multirisiko Bencana di Wilayah

Kepesisiran Parangtritis. Yogyakarta :

UGM Press.

Torrido, A. (2012). Pengembangan

Industri Pariwisata Parangtritis.

Sosiologi Reflektif, Vol. 7, No.1 (hal

.1-33).

Triyono, (2009). Tinjauan Geografis

“Litoralisasi” di Kawasan Pesisir

SelatanYogyakarta. Forum Geografi

Vol. 23, No. 1 (hal.1-10).

Verstappen, H.Th. (2013). Garis

Besar Geomorfologi Indonesia.

(Diterjemahkan oleh Sutikno).

Yogyakarta : UGM Press.

Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak

Bumi dan Bangunan, LNRI Tahun 1985

No.68. Jakarta : Sekretariat Negara

Republik Indonesia.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.