DIVERSIFIKASI PEMANFAATAN LAHAN SAWAH DI DESA TAMBAKREJO KECAMATAN TEMPEL KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Arief Mukti Kurniawan, Sudrajat Sudrajat

Sari


Diversifikasi pertanian sebagai suatu usaha yang kompleks dan luas untuk meningkatkan produktivitas usahatani melalui upaya penganekaragaman komoditas pada sub-sistem produksi, konsumsi dan distribusi baik pada tingkat usahatani regional maupun nasional menuju tercapainya transformasi struktural sektor pertanian ke arah pertanian tangguh. Metode Penelitian ini menggunakan metode survei. Hasil analisis penelitian menunjukkan petani Desa Tambakrejo menanam komoditas pertanian lahan sawah dibagi dalam 3 musim. Musim tanam 1 dan 2 mayoritas petani di Desa Tambakrejo mengusahakan produksi berupa tanaman padi. Sedangkan pada musim tanam 3 mayoritas petani Desa Tambakrejo mengusahakan lahannya untuk ditanami jenis komoditas pertanian palawija seperti jagung, tembakau, cabai, ketela, kacang tanah, melon, dan semangka.


Kata Kunci


Diversifikasi; lahan; jenis komoditas

Referensi


Arsyad. 2006. Konservasi Tanah dan Air.

Bogor: IPB Press.

Arsyad, L dan Prayitno, H. 1987. Petani

Desa dan Kemiskinan. BPFE:

Yogyakarta.

Bintarto, R dan Surastopo, H. 1979. Metode

Analisis Geografi. LP3ES: Jakarta

Biro Pusat Statistik. 2015. Kabupaten

Sleman Dalam Angka tahun 2015.

Badan Pusat Statistik: Sleman

Cahyono, B. 1996. Analisis Kelayakan

Usahatani Cabai Merah Yang Berhasil.

Aneka: Solo

Data monografi tambakrejo. 2015.

Monografi Desa Tambakrejo

Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman:

Yogyakarta

Dinas perkebunan Provinsi Dati II Sulawesi

Utara. 1993. Proyek Pengembangan

Diversifikasi dan Konversi tanaman

Perkebunan. Manado

FAO. 1977. “A Framework for Land

Evaluation”. In: Inst. Land Reclam.,

Improve, (ILRI) VIII+87h.Wegeningen.

Jenelle D.G. 1974. Spatial Reorganization:

Model and Concept dalam Michael, E.

Eliot Hurt (editor). Transportation

Geography. McGraw, Hell Inc. New

York

Juhadi. 2013. Analisis Spasial Tipologi

Pemanfaatan Lahan Pertanian Berbasis

Sistem Informasi Geografis (SIG) di

DAS Serang Bagian Hulu, Kulon Progo,

Yogyakarta. Jurnal Geografi Vol. 7 No.

, hal. 11-29.

Johnston, R.J. 1981. The Dictionary of

Human Geography. Basic Balckwell

Oxford: England

Kay, R.D. 1981. Farm Management:

planning, control and implementation.

International student Edition, Mc Graw

Hill International Book company.

Moseley, A.T. 1979. Accessibility: The

Rural Challenge. Methuend and

Co.Ltd. London.

Mubyarto. 1995. Strategi Pembangunan

Yang Berkeadilan. Perspektif Volume

No.4 .

Pacione, Michael. 1984. Rural Geography.

Happer and Roco Publisher: London.

Pakpahan, A. 1989. Refleksi Diversifikasi

Dalam Teori Ekonomi. Makalah

disampaikan pada Kongres dan

Konpemas IX Perhepi, Jakarta 12-16

Januari 1989. Perhimpunan Pertanian

Indonesia (PERHEPI). Jakarta

Panny, D. H. 1972. Ekonomi Pertanian

Indonesia. Gramedia: Jakarta

Palte, J.G.L. 1985. Pertanian Lahan Kering

Di Jawa: Asal Usul dan

Peerkembangannya. Majalah Agro

Ekonomika: Yogyakarta

Prayitno, H. 1987. Pembangunan Ekonomi

Pedesaan. Liberty: Yogyakarta.

Puslitbang tanah. 2003. Arahan Lahan

Sawah Utama dan Sekunder Nasional

di P. Jawa, P. Bali, dan P. Lombok”.

Laporan kerja sama antara Pusat

Penelitian dan Pengembangan Tanah

dan Agroklimat Badan Litbang

Pertnaian dengan Proyek.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.