Yogyakarta, 11 September 2025 – Kelas literasi informasi bertajuk “ Bedah Sitasi: Teknik Mengutip & Mengelola Referensi Ilmiah” sukses diselenggarkan oleh Perpustakaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini dilaksanakan tatap muka secara langsung di Gedung KLMB Ruang 601 Fakultas Geografi yang dihadiri sebanyak 35 orang. Peserta yang hadir berasal dari seluruh fakultas dan jenjang S1, S2 hingga S3 di Universitas Gadjah Mada.
Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit ini menghadirkan Dr. Purwani Istiana, S.IP., M.A., pustakawan Fakultas Geografi UGM, sebagai narasumber. Sesi pembelajaran dibagi menjadi dua tahap, yaitu penyampaian konsep dasar mengenai sitasi dan daftar pustaka, dilanjutkan dengan praktik penggunaan aplikasi manajemen sitasi dan cara mengutip menggunakan aplikasi majemen sitasi.
Pada sesi pertama, Dr. Purwani yang akrab disapa Bu Nina memaparkan konsep sitasi. Bahwa sitasi merupakan kutipan dari naskah orang lain yang menunjukkan bahwa karya tersebut memiliki kontribusi terhadap penciptaan karya ilmiah lainnya. Beliau memaparkan bahwa sitasi memiliki manfaat dan hal yang sangat penting dalam penulisan karya ilmiah karna menuliskan sitasi termasuk bentuk pengakuan terhadap pengarang yang karyanya telah kita kutip, sebagai upaya menghindari plagiarisme serta Upaya penguatan terhadap hasil temuan penulis. Bu Nina juga menjelaskan bahwa penulisan sitasi kembali disesuaikan dengan format penulisan dari masing-masing fakultas atau penerbit jurnal. Ragam gaya penulisan yang biasa digunakan Adalah seperti APA, MLA, dan Chicago Style.
Teknik mengutip dijelaskan terbagi menjadi 2, mengutip secara langsung dan tidak langsung. Mengutuip secara langsung harus mencantumkan halaman yang akan dikutip. Teknik mengutip secara tidak langsung dibedakan menjadi teknik ringkasan dan paraphrase yang menggabungkan gagasan asli dari sumbernya dalam karya dengan menggunakan kalimat penulis sendiri. Namun Bu Nina menjelaskan masih terdapat permasalahan yang dihadapi penulis dalam melakukan Teknik sitasi, yaitu diantaranya (1) Sulit menemukan kembali referensi yang sudah disimpan, (2) Tidak lengkapnya metadata pada daftar pustaka dan (3) Penulisan daftar pustaka yang tidak konsisten.
Sesi kedua difokuskan pada praktik penggunaan aplikasi Mendeley, baik Mendeley Reference Manager maupun Mendeley Desktop. Bu Nina menjelaskan perbedaan mendasar antara keduanya, di mana Mendeley Reference Manager memiliki antarmuka lebih sederhana dan mendukung sinkronisasi berbasis cloud, sedangkan Mendeley Desktop meskipun memiliki tampilan lebih kompleks, tetap dapat digunakan secara offline setelah login awal. Melalui demonstrasi langsung, peserta diajak mempelajari cara mengimpor data bibliografi, mengelola referensi dalam folder, menyisipkan sitasi ke dalam teks, hingga menghasilkan daftar pustaka secara otomatis.
Proses interaktif berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab mengenai topik yang sudah dipaparkan oleh pembicara. Munculnya pertanyaan kapan untuk mengutip secara langsung dan tidak langsung menambah pengetahuan peserta bahwa tidak ada porsi tertentu yang mengharuskan berapa prosen kutipan langsung atau tidak langsung. Kutipan langsung harus dilakukan ketika kalimat tersebut tidak bisa digantikan dengan kalimat langsung, di mana ada kekhawatiran mengubah makna. seperti dalil atau pasal pada undang-undang. Bu Nina menekankan bahwa penulis harus melengkapi dan mengecek metadata referensi yang digunakan dalam sitasi. Hal ini karena metadata inilah yang akan digunakan dalam melakukan sitasi dan metadatanya akan dapat dimanfaatkan peneliti lain untuk melakukan penelusuran sumber referensi.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik sitasi dan pengelolaan referensi ilmiah, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam penulisan karya ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kualitas publikasi akademik di lingkungan Universitas Gadjah Mada.
Kontributor : Fadhya Chania/Nina
