Tingginya tuntutan dalam penyusunan tugas akhir dan penelitian menjadikan kemampuan menemukan referensi yang relevan dan kredibel menjadi tantangan tersendiri. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Perpustakaan Fakultas Geografi UGM menggelar Literasi Informasi bertema ”Akses Sumber Referensi untuk Riset dan Penulisan” pada Senin (18/5) pukul 14.00 – 16.00 WIB di Ruang Diskusi Perpustakaan Geografi.
Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta dari jenjang S1, S2, hingga S3 yang datang dari berbagai fakultas, antara lain Geografi, FIB, FEB, FKH, dan FKG. Sebagai pemateri, Dr. Purwani Istiana, S.IP., M.A., yang akrab disapa Bu Nina, mengajak peserta memahami bahwa kemampuan untuk menelusuri sumber referensi yang tepat akan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jurnal internasional yang dilanggan oleh UGM, cara mengakses referensi menggunakan Boolean operators, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penelusuran literatur. Peserta dikenalkan dengan berbagai database seperti Springer Nature, ProQuest, EBSCO, Emerald, Science Direct, dan JSTOR.
Dalam sesi praktik, Bu Nina mempersilakan peserta untuk menyampaikan tema penelitian masing-masing sebagai latihan dalam mengakses sumber referensi. Beberapa peserta dari berbagai fakultas menyampaikan tema penelitiannya, mulai dari urban heat island, ketahanan pangan, pola spasial kecelakaan, hingga fanfiction dan partisipatory culture.
Pada sesi diskusi, salah satu peserta mengajukan pertanyaan terkait penggunaan AI dalam karya ilmiah. ”Apakah pembuatan gambar atau sketsa menggunakan AI untuk disertasi diperbolehkan dan apakah terindikasi sebagai plagiarisme?” tanyanya. Menanggapi hal tersebut, Bu Nina menjelaskan bahwa penggunaan AI diperbolehkan selama disertai penjelasan yang transparan, misalnya dicantumkan pada bagian metode atau keterangan gambar. Namun demikian, penggunaan karya orisinal tetap lebih diutamakan.
Peserta lain juga menanyakan akses terhadap database standar internasional seperti Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) yang tidak selalu tersedia untuk semua bidang. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua sumber bisa diakses bebas dan penting untuk mengetahui batasan akses yang dimiliki masing-masing institusi.
Melalui kegiatan Literasi Informasi ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengakses, menelusuri, dan memanfaatkan sumber referensi yang kredibel dan berkualitas. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), melalui penguatan literasi informasi dan pemanfaatan teknologi dalam dunia akademik.
Kontributor: Faiza Luthfia Shafa Al-Yusra
